Jumat, 06 Oktober 2017

TAHDZIR ADALAH SYARI'AT

🏡 *KRITIKAN TERHADAP ORANG-ORANG*
 *YANG MENYIMPANG ADALAH*
        *BAGIAN DARI AGAMA*

Oleh: Ust. Arif Fathul Ulum, Lc
      (Majalah Al Furqan)

Nabi ( telah mengkhabarkan bahwa ummat ini akan terpecahbelah menjadi 73 kelompok, yang selamat hanya satu yaitu yang mengikuti jalan Rasulullah ( dan para sahabat, adapun yang 72 kelompok adalah ahli bid’ah dan ahwa’ yang tidak merasa cukup dengan syari’at Allah, mereka memandang bahwa agama Islam masih perlu ditambah dan dikurangi, mereka ceraiberaikan kaum muslimin menjadi kelompok-kelompok sempalan, mereka sebarkan syubhat-syubhat iblis ke dalam tubuh kaum muslimin, dan mereka propagandakan bid’ah-bid’ah dan kebatilan mereka dengan segala cara….

Akan tetapi Allah telah menyiapkan pasukanNya di setiap zaman untuk mematikan gerakan mereka, yaitu para ulama sunnah yang sabar dalam menda’wahkan agama Allah, membimbing orang-orang yang sesat kepada petunjuk, meluruskan pemahaman-pemahaman yang menyeleweng, membantah syubhat-syubhat ahli bid’ah dan menyingkap kebatilan-kebatilan mereka…

Tetapi ternyata di sana sini masih ada orang-orang yang merasa gerah jika melihat pembela sunnah yang membantah para pengusung bid’ah-bid’ah, mereka putar lidah-lidah mereka untuk mengingkari bantahan terhadap ahli bid’ah :

“ Janganlah kalian menghancurkan barisan dari dalam !

Janganlah kalian masukkan debu dari luar !

Janganlah kalian timbulkan perselisihan di antara kaum muslimin !

Selasa, 03 Oktober 2017

Sebuah Renungan

Sebagai Ibrah bagi kita yaa ikhwah fiyllah...

Bahwa kematian bisa mendatangi kita _kapanpun_ tanpa kita bisa menolaknya.

Maka dari itu, mari kita posisikan diri kita agar senantiasa beraktifitas dlm kebaikan.
Malam ini kita ada kajian Fiqih.
Ayo kita menghadirinya.
Tanamkan dalam diri kita bahwa bisa jadi ini adalah malam tsrakhir kita hidup di dunia ini..

Masihkah kita tetap berhitung hitung urusan dunia utk besok pagi?

Masihkah sempat kita terhalang oleh kesibukan kerja di malam ini?

Masihkah kita meluangkan waktu walau sedetik utk lihat tv atau selainnya?

Sudah tentu kita akan sibuk dg AlQur'an, shalat, majlis ilmu dan ibadah2 lainnya utk mngejar ketinggalan timbangan amalan kita slama ini, dan kita tentu berusaha menutupnya dg taubatan nasuha?....

Tapi sempatkah....?

Nah utk itulah..sempatkan diri utk hadir di majlis ilmu.
Mumpung ada kesempatan...

Mati di majlis ilmu bukanlah mati dlm keburukan..
Mati dalam rangka menempuh perjalanan utk mencari ilmu diin adalah jalan mnuju surga..

Ayo ikhwah..bersemangatlah..
mumpung ada kesempatan..
Mumpung hayat masih dikandung badan..

Semoga Allah menyelamatkan kita dari hal hal yg melalaikan.

Baarakallahufiykum.

Kamis, 21 September 2017

SUJUD TILAWAH

Sujud Tilawah

Tilawah artinya bacaan atau disebut juga sujudul Qur’an. Jadi sujud tersebut adalah sujud yang disebabkan karena bacaan.
Bacaan yang dimaksud adalah bacaan pada ayat-ayat yang disebut ayat sajdah. Ayat sajdah bukanlah setiap ayat yang disebutkan padanya kata sajada (سجد), akan tetapi ayat-ayat tertentu yang Nabi n atau para sahabatnya pernah melakukan sujud tilawah padanya. Ayat-ayat tersebut kemudian dikumpulkan oleh para ulama.
Ibnu Hazm t menyimpulkan, jumlah ayat sajdah ada empat belas, yaitu:
1. Al-A’raf: 206
2. Ar-Ra’du: 15
3. An-Nahl: 49
4. Al-Isra: 107
5. Maryam: 58
6. Al-Hajj: 18
7. Al-Furqan: 60
8. An-Naml: 25—26
9. As-Sajdah: 15
10. Shad: 24
11. Fushshilat: 37
12. An-Najm: 62
13. Al-Insyiqaq: 21
14. Al-Alaq: 19

Selasa, 19 September 2017

BULAN MUHARRAM

MUHARRAM

Bulan Muharram memiliki beberapa keistimewaan, di antaranya :

1. Sebagai salah satu dari 4 bulan Haram, yang di dalamnya dilarang untuk memulai peperangan dan perbuatan dosa yang dilakukan di bulan-bulan itu akan dilipatgandakan dosanya. Para Ulama Salaf, di antaranya Sufyan ats-Tsaury juga suka memperbanyak puasa di bulan-bulan Haram.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Kamis, 31 Agustus 2017

TATA CARA SHALAT IED

TATA CARA SHALAT IED

Pertama :
Jumlah raka’at shalat Ied ada dua berdasaran riwayat Umar radhiyallahu ‘anhu.

صَلاَةُ السَّفَرِ رَكْعَتَانِ، وَصَلاَةُ الأَضْحَى رَكْعَتَانِ، وَصَلاَةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ، تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرِ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

“Shalat safar itu ada dua raka’at, shalat Idul Adha dua raka’at dan shalat Idul Fithri dua raka’at. dikerjakan dengan sempurna tanpa qashar berdasarkan sabda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Dikeluarkan oleh Ahmad 1/370, An-Nasa’i 3/183, At-Thahawi dalam Syarhu Ma’anil Al Atsar 1/421 dan Al-Baihaqi 3/200 dan sanadnya Shahih]

Kedua :
Rakaat pertama, seperti halnya semua shalat, dimulai dengan takbiratul ihram, selanjutnya bertakbir sebanyak tujuh kali. Sedangkan pada rakaat kedua bertakbir sebanyak lima kali, tidak termasuk takbir intiqal (takbir perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain)

Rabu, 26 Juli 2017

Ruh Mayit Kembalikah ke dunia?

Hubungan Ruh Dengan Orang Hidup

= > Pertama, pertemuan ruh orang yang telah meninggal dengan ruh orang yang masih hidup di alam mimpi
Para ulama menegaskan bahwa hal ini bisa terjadi. Ruh orang yang telah meninggal bisa berjumpa dengan ruh orang yang masih hidup dalam mimpi.
Berikut beberapa keterangan mereka,
1. Tafsir firman Allah di surat Az-Zumar ayat 42.
Allah berfirman,
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar : 42)
Ada dua pendapat ahli tafsir tentang ayat ini. Salah satunya, bahwa ruh orang yang ditahan adalah ruh orang yang sudah meninggal, sehingga dia tidak bisa kembali ke jasadnya di dunia. Sedangkan ruh orang yang dilepas adalah ruh orang yang tidur. (Ar-Ruh, Ibnul Qoyim, hlm. 31).

Rabu, 12 Juli 2017

INGATLAH KEMATIAN

*SADARLAH WAHAI SAUDARAKU…*


Syeikh Utsaimin -rahimahullah- berkata:

*Mungkin saja sekarang engkau memakai jam tanganmu*, lalu yang melepaskannya dari tanganmu adalah ahli warismu…

*Mungkin saja sekarnag engkau menutup pintu mobilmu*, lalu yang membukakannya untukmu adalah petugas ambulan…

*Mungkin saja sekarang engkau memasang kancing bajumu*, lalu yang membukakannya untukmu adalah orang yang memandikan mayat…

*Mungkin saja sekarang engkau memejamkan mata saat berbaring di kamarmu*, lalu mata itu tidak terbuka lagi melainkan sudah di hadapan Allah Penakluk langit dan bumi pada hari kiamat…

*Tidakkah kita melihat bagaimana kita menghidupkan waktu kita, dengan apa kita mengisinya, dan dengan apa hidup kita akan ditutup ?!*

Ya Allah… sadarkanlah kami dari kelalaian ini, hirukpikuk dunia telah melalaikan kami.

Wallahulmuwafiq.