Senin, 18 Juni 2018

HUKUM MEMBUNGKUK, BERPELUKAN BERCIUMAN PIPI

Dalil yang melarang :


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيَنْحَنِي بَعْضُنَا لِبَعْضٍ ؟ قَالَ: " لَا "، قُلْنَا: أَيُعَانِقُ بَعْضُنَا بَعْضًا؟ قَالَ: " لَا وَلَكِنْ تَصَافَحُوا "

Dari Anas bin Maalik, ia berkata : Kami pernah bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada sebagian yang lain (saat bertemu) ?”. Beliau menjawab : “Tidak”. Kami kembali bertanya : “Apakah sebagian kami boleh berpelukan kepada sebagian yang lain (saat bertemu) ?”. Beliau menjawab : “Tidak, akan tetapi saling berjabat tanganlah kalian”
[Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah no. 3702].
(dha'if)

Kamis, 03 Mei 2018

HUKUM ULTAH

Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’ yang saat itu diketuai[1] oleh Samahatusy Syaikh Abdul Aziz ibnu Abdillah ibnu Baz rahimahullah menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.
Ada saudara-saudara kami, kaum muslimin, yang menyelenggarakan perayaan ulang tahun untuk diri mereka dan anak-anak mereka. Apa sebenarnya pandangan Islam dalam masalah “ulang tahun” ini?
Jawab:
Asal dalam perkara ibadah adalah tauqif/berhenti di atas nash (dalil Al-Qur’an dan as-Sunnah). Oleh karena itu, seseorang tidak boleh melakukan ibadah yang tidak disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, berdasar sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang sahih:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam perkara kami ini padahal bukan bagian darinya maka amalan yang diada-adakan itu tertolak.”
Demikian pula sabdanya  shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ علَيْهَا أمرنا فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang mengamalkan satu amalan yang tidak di atas perintah kami maka amalan tersebut tertolak.”
Perayaan ulang tahun adalah satu macam ibadah yang diada-adakan dalam agama Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan demikian, memperingati ulang tahun siapa pun tidak boleh dilakukan, bagaimanapun kedudukan atau perannya dalam kehidupan ini. Makhluk yang paling mulia dan rasul yang paling afdhal yaitu Muhammad ibnu Abdillah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pernah dihafal berita dari beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadakan perayaan hari kelahirannya. Tidak pula beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi arahan kepada umatnya untuk merayakan dan memperingati ulang tahun beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kemudian, orang-orang yang paling afdhal dari umat ini setelah Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu para khalifah umat ini dan para sahabat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada berita bahwa mereka memperingati ulang tahunnya atau ulang tahun salah seorang dari mereka, semoga Allah subhanahu wa ta’ala meridhai mereka semuanya.
Perlu selalu dicamkan bahwa kebaikan adalah dengan mengikuti petunjuk mereka dan mengikuti urusan yang lurus/tegak yang diperoleh dari madrasah Nabi mereka. Ditambah lagi, dalam bid’ah yang satu ini ada unsur tasyabbuh (meniru/menyerupai) perbuatan Yahudi dan Nasrani, serta orang-orang kafir selain mereka dalam hal perayaan-perayaan yang mereka ada-adakan. Wallahul musta’an.
(Fatwa no. 2008, kitab Fatawa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’, 3/83—84)
Istri saya biasa mengadakan acara tahunan untuk putra saya bertepatan dengan hari kelahirannya yang diistilahkan hari ulang tahun. Dalam acara ini disediakan beraneka makanan dan diletakkan lilin (di atas kue tart) sejumlah umur si anak. Di awal acara, si anak diminta meniup semua lilin yang dinyalakan tersebut, setelahnya barulah acara dimulai. Apa hukum syariat dalam perbuatan semacam ini?
Jawab:
Tidak boleh membuat acara ulang tahun untuk seorang pun karena hal itu bid’ah, padahal telah pasti sabda Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Siapa yang mengada-adakan dalam urusan/perintah/perkara kami ini apa yang bukan bagiannya maka yang diada-adakan itu tertolak.”
Juga karena acara ulang tahun itu tasyabbuh terhadap orang-orang kafir, padahal Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.”
Wabillahi at-taufiq.
 (Fatwa no. 5289)
[1] Wakil Ketua: asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi. Anggota: asy-Syaikh Abdullah ibnu Ghudayyan dan asy-Syaikh  Abdullah ibnu Qu’ud.

Selasa, 17 April 2018

KUNCI SURGA


🚪🔑 KUNCI SURGA 


Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Barang siapa yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah disertai dengan menunaikan hak dan kewajiban (dari kalimat tauhid tersebut), niscaya dia masuk surga.” ( Al-Hujjah Fii Bayaanil Mahajjah 11 / 152 ).

Kalimat laa ilaaha illallaah merupakan kalimat paling agung yang menunjukkan bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah. Seorang muslim yang mengucapakan lafadz tersebut dengan lisannya, penuh keyakinan dalam hatinya, ikhlas, memahami maknanya dan melaksanankan tuntutannya, maka ia akan masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إٍلَهَ اٍلاَّ اللهُ مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah dengan ikhlas dari hatinya, maka  ia (dijamin) masuk surga.” (HR. Ibnu Hibban no. 4 dan 7, Mawaariduzh Zham’an) dan lainnya dari shahabat Mu’adz bin Jabal. dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits As- Shahihah ( No : 2355 ).

Rabu, 04 April 2018

GURU KEPADA MURID

DUHAI MURIDKU...

⏰ *HIDUPKU TIDAKLAH LAMA*

Wahai murid-muridku,
Semoga Allah Ta'aala merahmati kalian..

Waktuku yang ada di dunia ini tidaklah lama, dan hidupkupun tidaklah panjang dalam kekal, tetapi di waktu yang tersisa aku ingin agar bermanfaat untuk semuanya, terutama murid-muridku tercinta.

Guru itu ruang pikirannya sudah sangat sempit untuk sempat memikirkan dirinya.
Ruangan itu sudah sesak untuk memikirkan kebaikan murid-muridnya.

Waktunyapun tinggal sedikit untuk dirinya, karena habis untuk membimbing murid-muridnya termasuk keluarganya.

Semoga murid-muridku kelak akan memahami, bagaimana hakikat guru yang sebenarnya, jika langkah kalian sudah sampai padanya, yang kelak diri kalian juga akan dipanggil guru ..

Guru itu ada yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk membela kebenaran yang dia sampaikan kepada murid-muridnya, saat dia diancam akan dibunuh, pedangpun terhunus kepadanya, tetapi seolah olah di tampil seperti biasa, hingga kebenaran itu tetap dipertahankan dalam pengajarannya.

Guru itu rela tetap hadir di depan murid2ny meaki dalam keadaan sakit, walaupun banyak muridnya yang enteng tidak menghadiri majlisnya.

Dan terkadang guru itu memarahi muridnya untuk meluruskannya, terkadang dengan memukul, menjewer, dan menghukumnya di depan kelas dilihat teman-temannya agar dia jera, dan sadar bahwa dia sedang diselamatkan dari jalan menuju bahaya.

Tetapi tidak jarang pula, niat guru yang baik karena sayangnya kepada muridnya berbalas dengan yang tidak semestinya, dia dilaporkan polisi karena menjewernya, memukul tubuhnya, atau karena menghukumnya di depan kelas...

Duhai muridku, seandainya kalian memahami maksud gurumu..
Tetapi itu semua harus dimaklumi, karena memang belum saatnya bagi dirimu untuk bisa memahaminya.

Di saat muridnya tenggelam, maka bisa jadi rambut kepalanya harus dijambak untuk menyelamatkannya,

Di saat muridnya membawa api dalam kelas, maka dengan segala cara sang guru akan merebutnya walau terpaksa memukulnya agar si murid bisa selamat dari kebakaran..

Itu semua bukan apa apa bila dibanding dengan keselamatan akhirat..

Duhai muridku, seandainya engkau dipukul agar engkau berbalik dari arah neraka maka berterimakasihlah, karena tidak setiap orang berani memukul keangkuhanmu..

Duhai muridku, seandainya gurumu membentengi seluruh murid muridnya dari api yang engkau bawa dan terpaksa memukulmu di hadapan mereka, maka tidaklah baik bila kau tuduh gurumu telah berbuat kedhaliman kepadamu, karena dengan itulah dia menyelamatkan semuanya, agar dirimu jauh dari api dan juga seluruh murid murid gurumu.

Itulah tugas beratnya, berubahlah menjadi baik, penuhi harapannya, setiap manusia tidak ada apa apanya di hadapan kebenaran. 
Seandainya seluruh manusia di muka buni ini membelamu dalam keadaan engkau berdiri dalam jalan yang sesat, maka sungguh pembelaan mereka tidak akan mampu menyelamatkan dirimu dari api neraka. Dan saat engkau sadari hal itu, maka sunggguh engkau akan merindukan pukulan dari gurumu.

Wahai murid-muridku, semoga Allah Ta'aala merahmati kalian.

Hidup gurumu mungkin tak lama, jika guru sudah tidak berada di tengah tengah murid muridnya, siapa lagi yang bisa menjewer mereka, menuntun mereka kepada cahaya kebenaran yang sekarang ini sudah banyak dikaburkan oleh orang orang yang menyimpang...

Wahai muridku, belajarlah tawadhu'...
rendah hatilah di hadapan gurumu..
Jangan berbicara kehormatanmu di hadapannya..
Tidak pantas bagimu mengatakan itu..
Peluklah orang yang mengkhawatirkan agamamu..
Peluklah orang yang masih berkenan membimbingmu...

Al Imam As Syafi'i mengatakan,

اصبر على مر من الجفا معلم

فإن رسوب العلم في نفراته

“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena *memusuhinya*”

Besar jasa para guru yang telah memberikan ilmunya kepada manusia, yang kerap menahan amarahnya, yang selalu merasakan perihnya menahan kesabaran, sungguh tak pantas seorang murid ini melupakan kebaikan gurunya, yang membimbingnya menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Menjauhi dan memusuhinya adalah kebinasaan.

Wahai murid-muridku...tetaplah bermulazamah dengan gurumu.
Semoga Allah Azza wa Jalla kelak mengumpulkan kita di surgaNya.

Dan maafkanlah segala kesalahan-kesalahan gurumu, kerasnya dalam membimbingmu, sebagaimana dia telah memaafkan murid-muridnya yang telah banyak melukai hatinya.
Sungguh aku mencintai kalian karena Allah Azza wa Jalla.

_Ditulis dari Markas Kedamaian_
_Dengan derai airmata seorang guru_
Al faqir ilaallah...
Abu Mundzir Al-Ghifary

http://abumundziralghifary.blogspot.co.id/2018/04/guru-kepada-murid.html?m=1

Kamis, 22 Maret 2018

BANTAHAN SYUBHAT PERSATUAN

🔥 *BANTAHAN TULISAN SYUBHAT*


APAKAH KITA KELOMPOK YANG PALING BENAR?

"Manakah Kelompok Islam yang lebih baik di antara ummat Islam? Salafy, Jama'ah Tabligh, HTI, PKS?..."
Teman saya pernah ditanya oleh seorang aktivis MMI (Majelis Mujahidin Indonesia), Ustad Abdullah namanya.
"Manakah kelompok yang lebih baik diantara umat Islam, Salafy yang berjuang dengan fokus Tholabul Ilmi, atau Jamaah Tabligh yang menyeru orang untuk sholat di Masjid, atau Hizbut Tahrir yang memperjuangkan Kekhalifahan, atau PKS yang berjuang di Parlemen, atau NU yang Islam kultural, atau Muhammadyah yang berjuang di sektor pendidikan"? begitu tanyanya kepada kawan saya.
Kawan saya menjawab, "mas, kalo sampeyan bertanya seperti itu pada saya, maka sama saja sampeyan menanyakan manakah yang lebih baik, apakah tangan lebih baik dari kaki, apakah mata lebih baik dari pada mulut, apakah telinga lebih baik dari pada hidung?"
Bukankah Rasulullah SAW mengatakan bahwa umat islam itu seperti satu tubuh. Bila satu anggota tubuh merasakan sakit maka yang lain juga ikut merasakan sakit.
Perumpamaan ini pas untuk menjawab pertanyaan sampeyan.
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻓِﻲ ﺗَﻮَﺍﺩِّﻫِﻢْ ﻭَﺗَﺮَﺍﺣُﻤِﻬِﻢْ ﻭَﺗَﻌَﺎﻃُﻔِﻬِﻢْ ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﺇِﺫَﺍ ﺍﺷْﺘَﻜَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﻀْﻮٌ ﺗَﺪَﺍﻋَﻰ ﻟَﻪُ ﺳَﺎﺋِﺮُ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﺑِﺎﻟﺴَّﻬَﺮِ ﻭَﺍﻟْﺤُﻤَّﻰ
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)
Seperti anggota tubuh, umat islam ini diberi ilham oleh Allah SWT untuk cenderung fokus menjalankan fungsi yang berbeda beda sehingga mereka punya medan jihad (perjuangan) yang berbeda pula.
Namun sayangnya sebagian umat Islam ini ada yang membanggakan kelompoknya masing-masing dan lupa bahwa sebenarnya mereka adalah satu tubuh.
Logikanya kalo satu tubuh, mana mungkin tangan kanan itu memukul tangan kirinya, mana mungkin kaki kiri menendang kaki kanannya.
Kalaupun ada anggota tubuh itu merugikan tubuh yang lain, yaa itu namanya Kanker yang harus diamputasi dibuang dari tubuh.
Anggota tubuh itu selayaknya saling bekerja sama.
Coba kalo mulut mau makan, kan tangan yang mengambil makanan.
Lihat kalau antum mau ambil barang yang tinggi letaknya, kan kaki yang melompat supaya tangannya sampai.
Bukankah indah kalo kita saling melengkapi, kalo saja Jamaah Tabligh yang mengetuk pintu orang-orang untuk sholat berjamaah di Masjid, lalu di Masjid ada kajian Salafy, lalu umat islam diajak membangun kekuatan baik dibidang pendidikan bersama Muhammadyah, bidang kultural bersama NU, bidang Politik bersama koalisi kompak partai-partai Islam menghasilkan undang-undang yang islami dan pemimpin yang amanah agar umat Islam dipercaya memimpin di negeri ini menyongsong Kekhalifahan yang pasti akan datangnya seperti yg disosialisasikan Hizbut Tahrir.
Umat islam ini seperti sebuah Puzzle yang kalo digabungkan bagian demi bagiannya maka barulah menjadi satu gambaran yang utuh dan saling melengkapi....
Ustad Abdullah pun tersenyum lebar dan berkata "benar sekali mas.."
Allahu a'lam.

"Muslim Bersatu Tak Bisa Dikalahkan"


⌛ *BANTAHAN :*

_(oleh : Ustadz Abu Mundzir Al-Ghifary)_


1. Penjelasan Hadits tentang Muslim ibarat Satu Tubuh.


Dalam hadits An Nu’man bin Basyir_radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:


«مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى»


“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” [HR. Al Bukhari – Muslim]


Minggu, 11 Maret 2018

BERCADAR ITU SYAR'AT AGAMA

💎 *TANYA JAWAB*

❓ Pertanyaan :
1. Senyum adalah Sedekah (ibadah), kalau pakai cadar maka bagaimana bisa kita senyum kepada orang lain?...nah bagaimna tuh??

2. Ternyata Cadar adalah *BUDAYA* bangsa arab KARENA suhu dan udara sert tanah yang berpasir maka mereka gunakan cadar..

👉🏻 *JAWABAN :*

Ini perkataan orang yang jahil/bodoh terhadap agamanya.
Harusnya dia banyak belajar dari para ulamaa dan jangan banyak membaca ucapan orang kafir, ya jadi begini hasilnya.

1. Senyum adalah Sedekah. Ini benar.
*Tetapi kepada siapa?*
Wanita kepada wanita jelas jika dia tersenyum maka mendapat pahala *SUNNAH*. Dan yang seperti ini tidak wajib.
Maka perlu difahami bahwa senyum itu HANYA UNTUK SESAMA WANITA SAJA, dan jika sesama wanita saja dan TIDAK ADA LAKINLAKI non mahram maka boleh melepas cadarnya, dan bisa senyum kpd saudarinya tentunya.

Sabtu, 10 Februari 2018

MENGEJAR DUNIA

🌿 UNTAIAN NASEHAT
       MENGEJAR DUNIA
_Sejatinya Mengejar Kematian_

Saudaraku...
Masihkah kita lupa dengan Kematian?

Haruskah kita menjumpainya dulu baru percaya bahwa mati itu ada?

Masihkah hari ini kau kejar dunia? Bukankah yang sebenarnya yang terjadi adalah sedang mengejar ajal kita?..

Sungguh kita benar benar tertipu, kita siapkan materi untuk dunia, sedangkan kematian sedang mendekati kita...

Maka ingatlah..
Jika diberi materi dunia, gunakan di jalan Allah..
Dan periksalah usaha kita, apakah dengan cara yang diridhai Allah ataukah dengan cara haram yang dimurkaiNya...

Jika hal itu sudah difahami,
Maka ingatlah...
Masihkah dirimu berada dalam kubangan maksiyat??
Bergelimang dosa yang terusmenerus mengalir deras, semisal *MEMBUKA AURAT*...
Bukankah Rasulullah telah sabdakan bhwa wanita tidak berhijab tidk akan Masuk Surga, yakni dijebloskan dalam nerka??
Ingatlah...

Atau masih bergelimang Riba, Menipu mendhalimi manusia.....??

Atau bekerja di tempat tempat maksiyat, kafe, karaoke, bar, dan semisalnya..
Allahulmusta'aan...

Apakah sejauh ini syaithon telah menyesatkanmu...sehingga dirimu dipenuhi dengaan kemaksiyatan tanpa ada rasa takut yang muncul pada hatimu??...

Ingatlah *MATI*...