Sabtu, 10 Februari 2018

MENGEJAR DUNIA

🌿 UNTAIAN NASEHAT
       MENGEJAR DUNIA
_Sejatinya Mengejar Kematian_

Saudaraku...
Masihkah kita lupa dengan Kematian?

Haruskah kita menjumpainya dulu baru percaya bahwa mati itu ada?

Masihkah hari ini kau kejar dunia? Bukankah yang sebenarnya yang terjadi adalah sedang mengejar ajal kita?..

Sungguh kita benar benar tertipu, kita siapkan materi untuk dunia, sedangkan kematian sedang mendekati kita...

Maka ingatlah..
Jika diberi materi dunia, gunakan di jalan Allah..
Dan periksalah usaha kita, apakah dengan cara yang diridhai Allah ataukah dengan cara haram yang dimurkaiNya...

Jika hal itu sudah difahami,
Maka ingatlah...
Masihkah dirimu berada dalam kubangan maksiyat??
Bergelimang dosa yang terusmenerus mengalir deras, semisal *MEMBUKA AURAT*...
Bukankah Rasulullah telah sabdakan bhwa wanita tidak berhijab tidk akan Masuk Surga, yakni dijebloskan dalam nerka??
Ingatlah...

Atau masih bergelimang Riba, Menipu mendhalimi manusia.....??

Atau bekerja di tempat tempat maksiyat, kafe, karaoke, bar, dan semisalnya..
Allahulmusta'aan...

Apakah sejauh ini syaithon telah menyesatkanmu...sehingga dirimu dipenuhi dengaan kemaksiyatan tanpa ada rasa takut yang muncul pada hatimu??...

Ingatlah *MATI*...

Selasa, 06 Februari 2018

JAGALAH ANAK KITA

🔥 JAGALAH ANAK-ANAK KITA

Allah Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing. [HR. al-Hâkim, Ahmad dan Abu Dâwud; disahihkan al-Albâni dalam al-Irwâ`]

Jumat, 05 Januari 2018

UMRAH TAPI BELUM HAJI

🕋 UMRAH TAPI BELUM BERHAJI

Sebelum membahas hukumnya, mari kita simak umrah dan hajinya Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

Dalam perjalanan hidup Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau melakukan 4 kali umrah dan 1 kali haji. Dari keempat umrah itu, 3 diantaranya dilaksanakan sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhaji. Sementara 1 umrah dilakukan bersamaan dengan haji beliau.

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,

اعْتَمَرَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَرْبَعاً عَمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ وَعُمْرَةَ الْقَضَاءِ فِى ذِى الْقَعْدَةِ مِنْ قَابِلٍ وَعُمْرَةَ الثَّالِثَةِ مِنَ الْجِعْرَانَةِ وَالرَّابِعَةَ الَّتِى مَعَ حَجَّتِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan umrah sebanyak 4 kali, umrah Hudaibiyah, umrah Qadha` di bulan Dzulqa’dah setahun setelah Hudaibiyah, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat, umrah bersama dengan pelaksanaan haji beliau.”
(HR. Ahmad 2249, Abu Daud 1995 dan dishahihkan Syu’aib al-Arnauth).

Berikut penjelasannya:

Selasa, 02 Januari 2018

HAWA NAFSU

HAWA NAFSU

Secara bahasa, hawa nafsu adalah kecintaan terhadap sesuatu sehingga kecintaan itu menguasai hatinya. Kecintaan tersebut sering menyeret seseorang untuk melanggar hukum Allâh Azza wa Jalla . Oleh karena itu hawa nafsu harus ditundukkan agar bisa tunduk terhadap syari’at Allâh Azza wa Jalla . Adapun secara istilah syari’at, hawa nafsu adalah kecondongan jiwa terhadap sesuatu yang disukainya sehingga keluar dari batas syari’at.

Jumat, 29 Desember 2017

MENGGENGGAM BARA API

🔥 *MENGGENGGAM BARA API*

Setelah kita mengetahui kebenaran, maka tentunya kita mengamalkannya. Akan tetapi di saat kita berjalan di atas kebenaran pasti akan diuji dengan berbagai cobaan dan rintangan.

Dan menegakkan al-haq di zaman ini ibarat menggenggam bara api, jika tidak didasari iman yang kuat maka akan mudah lepas dan kembali menjadi futur, dan menempuh jalannya orang orang ahli neraka.
Maka dari itu bersabarlah!!

Tetaplah menjadi orang yang benar di tengah tengah orang orang yang tusak..

Jau jauh hari, ribuan tahun silam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memberikan peringatannya akan hal ini, beliau bersabda :

يَأْتِي عَلى النَّاسِ زَمَانٌ اَلصَّابِرُ فِيْهِمْ عَلى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِعَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang pada manusia suatu zaman,saat orang yang bersabar di antara mereka di atas agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.”

Jumat, 01 Desember 2017

Melawan Hembusan Syaithon

🕌 *JADILAH PEMENANG*
    *DALAM PERTARUNGAN*
*MELAWAN HEMBUSAN SYAITHON*

Syaithon senantiasa membujuk manusia untuk menjauhi kebaikan, dan menipu manusia untuk bangkit melaksanakan keburukan.

Ingatlah..bahwa di sebuah waktu yg saudara2 kita sedang berkumpul di majlis ilmu, kita sedang di mana? Apakah di majlis yg baik, apakah di tempat2 maksiyat, ataukah sekedar di tempat2 hirukpikuk urusan dunia?
Mari kita pilih tempat yg tepat untuk kita berpijak.

🌧☔ Sediakan Payung, Jas Hujan
🛴🚲🛵🏍🚘🚙 Kendaraan...
📗✏📋 Alat mencatat
📱HP utk merekam kajian...

Hujan adalah ujian bagi kita, tetaplah berupaya utk bisa hadir di majlis ilmu.

Jauhnya jarak anggap tamasya yg berpahala, hujannya anggap kita bertempur melawan syahwat yg menghalanginya, malasnya badan anggaplah sebagai penyakit hati yg harus dihancurkan...
Rintangan2 yg muncul anggaplah sebagai hembusan syaithon...

Jika demikian maka kuatkan diri antum, agar mnjadi golongannya orang orang yg beruntung dan selamat.
Tenang dalam kubangan RahmatNya.

Baarakallahufiykum.

Minggu, 26 November 2017

YANG TERKAYA

☘ *JADILAH YANG PALING KAYA*

Rasulullah shalallohu’alaihi wasallam bersabda :

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Terimalah apa yang Allah berikan padamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya.” (HR. Tirmidzi)

Ibnu Sirin rohimahullah mengatakan : “ Aku tidak pernah hasad kepada seorangpun dalam urusan dunia. Karena apabila ia ahli surga, bagaimana mungkin aku hasad padanya dalam urusan dunia yang itu tidak ada nilainya di surga nanti. Apabila ia termasuk ahli neraka, maka bagaimana mungkin pula aku hasad padanya dalam urusan dunia sedangkan dia akan masuk neraka?”

Maka bukanlah orang kaya itu yang menghabiskan hartanya untuk urusan urusan pribadi dunianya, tetapi orang kaya itu adalah mereka yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah Tabbaaraka wa ta'aala..
Yang yaqin akan balasanNya yang indah tiada tara...

Orang yang memiliki tubuh, badan yang sehat dialah yg paling kaya tatkala dia syukuri dengan menggunakan badannya itu untuk menegakkan agama Allah Ta'aala agar menjadi tinggi.

Yang memiliki ilmu maka dengan berjuang dengan ilmunya,

Yang memiliki harta maka dia kerahkan hartanya untuk membantu perjuangan kaum muslimin, sedangkan dalam hatinya dia yaqin bahwa dirinya dijamin, dipelihara kesejahteraannya oleh yang punya jagad ini. Hanya kepadaNyalah kita dikembalikan.

Baarakallahufiykum.

Abu Mundzir Al-Ghifary