Jumat, 01 Desember 2017

Melawan Hembusan Syaithon

🕌 *JADILAH PEMENANG*
    *DALAM PERTARUNGAN*
*MELAWAN HEMBUSAN SYAITHON*

Syaithon senantiasa membujuk manusia untuk menjauhi kebaikan, dan menipu manusia untuk bangkit melaksanakan keburukan.

Ingatlah..bahwa di sebuah waktu yg saudara2 kita sedang berkumpul di majlis ilmu, kita sedang di mana? Apakah di majlis yg baik, apakah di tempat2 maksiyat, ataukah sekedar di tempat2 hirukpikuk urusan dunia?
Mari kita pilih tempat yg tepat untuk kita berpijak.

🌧☔ Sediakan Payung, Jas Hujan
🛴🚲🛵🏍🚘🚙 Kendaraan...
📗✏📋 Alat mencatat
📱HP utk merekam kajian...

Hujan adalah ujian bagi kita, tetaplah berupaya utk bisa hadir di majlis ilmu.

Jauhnya jarak anggap tamasya yg berpahala, hujannya anggap kita bertempur melawan syahwat yg menghalanginya, malasnya badan anggaplah sebagai penyakit hati yg harus dihancurkan...
Rintangan2 yg muncul anggaplah sebagai hembusan syaithon...

Jika demikian maka kuatkan diri antum, agar mnjadi golongannya orang orang yg beruntung dan selamat.
Tenang dalam kubangan RahmatNya.

Baarakallahufiykum.

Minggu, 26 November 2017

YANG TERKAYA

☘ *JADILAH YANG PALING KAYA*

Rasulullah shalallohu’alaihi wasallam bersabda :

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Terimalah apa yang Allah berikan padamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya.” (HR. Tirmidzi)

Ibnu Sirin rohimahullah mengatakan : “ Aku tidak pernah hasad kepada seorangpun dalam urusan dunia. Karena apabila ia ahli surga, bagaimana mungkin aku hasad padanya dalam urusan dunia yang itu tidak ada nilainya di surga nanti. Apabila ia termasuk ahli neraka, maka bagaimana mungkin pula aku hasad padanya dalam urusan dunia sedangkan dia akan masuk neraka?”

Maka bukanlah orang kaya itu yang menghabiskan hartanya untuk urusan urusan pribadi dunianya, tetapi orang kaya itu adalah mereka yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah Tabbaaraka wa ta'aala..
Yang yaqin akan balasanNya yang indah tiada tara...

Orang yang memiliki tubuh, badan yang sehat dialah yg paling kaya tatkala dia syukuri dengan menggunakan badannya itu untuk menegakkan agama Allah Ta'aala agar menjadi tinggi.

Yang memiliki ilmu maka dengan berjuang dengan ilmunya,

Yang memiliki harta maka dia kerahkan hartanya untuk membantu perjuangan kaum muslimin, sedangkan dalam hatinya dia yaqin bahwa dirinya dijamin, dipelihara kesejahteraannya oleh yang punya jagad ini. Hanya kepadaNyalah kita dikembalikan.

Baarakallahufiykum.

Abu Mundzir Al-Ghifary

Minggu, 19 November 2017

Maulid dan Abu Lahab

📛 *MAULID DAN ABU LAHAB*

Di antara dalil yang digunakan oleh orang-orang yang membolehkan perayaan maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah kisah salah seorang tokoh dalam kesyirikan yakni Abu Lahab.

Berikut uraiannya:
As-Suyuthi berkata dalam Al-Hawy (1/196-197), “Lalu saya melihat Imamul Qurro`, Al-Hafizh Syamsuddin Ibnul Jauzi berkata dalam kitab beliau yang berjudul ‘Urfut Ta’rif bil Maulid Asy-Syarif’ dengan nash sebagai berikut, “Telah diperlihatkan Abu Lahab setelah meningalnya di dalam mimpi. Dikatakan kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?”, dia menjawab, “Di dalam Neraka, hanya saja diringankan bagiku (siksaan) setiap malam Senin dan dituangkan di antara dua jariku air sebesar ini -dia berisyarat dengan ujung jarinya- karena saya memerdekakan Tsuwaibah ketika dia memberitahu kabar gembira kepadaku tentang kelahiran Nabi shallallahu alaihi wasallam dan karena dia telah menyusuinya.”

As-Suyuthi berkata, “Jika Abu Lahab yang kafir ini, yang Al-Qur`an telah turun mencelanya, diringankan (siksaannya) di neraka dengan sebab kegembiraan dia dengan malam kelahiran Nabi shallallahu alaihi wasallam, maka bagaimana lagi keadaan seorang muslim yang bertauhid dari kalangan ummat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang gembira dengan kelahiran beliau dan mengerahkan seluruh kemampuannya dalam mencintai beliau shallallahu alaihi wasallam?!, saya bersumpah bahwa tidak ada balasannya dari Allah Yang Maha Pemurah, kecuali Dia akan memasukkannya berkat keutamaan dari-Nya ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.”

Kamis, 16 November 2017

MENYELISIHI JAMA'AH

☘ *MENYENDIRI TETAPI*
  *MENYELISIHI KEBAIKAN*

Orang yang terasing karena membela yang haq adalah TERPUJI.
Akan tetapi jika yang terjadi adalah sebaliknya maka TERCELA.

Ikhwah sedang bersama sama berta'awun bersedekah, sementara dirinya menggenggamkan tangannya.

Ikhwah sedang bermajlis'ilmu bersama gurunya sementara dia mangkir memilih aktifitas yang lain.

Jika ada kajian ilmu bersama gurunya, dia memilih menyempal mengikuti majlis yg lain. Kebiasaan menyelisihi yg ma'ruf merupakan bisikan syaithon untuk menggelincirkannya.

Ini bukan masalah selera.
Ini bukan masalah bebas memilih.

Tetapi ini adalah bagaimana cara memaksa diri ini untuk menetapi kebenaran.

Selasa, 14 November 2017

SIKAP KEPADA ULIL AMRI

PRINSIP AHLUS SUNNAH TERKAIT DENGAN KETAATAN KEPADA PEMERINTAH/ULIL AMRI

1. Ahlus Sunnah berkeyakinan wajibnya mentaati ulil amri.  Berdasarkan

 Firman Allah Ta’ala :

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُم} [النساء: 59]

“Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah dan Taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kalian.”
(An-Nisa’ : 59)

.
 Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

«اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنِ اسْتُعْمِلَ حَبَشِيٌّ كَأَنَّ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ»

.
“Dengar dan taatilah (ulil amri), meskipun yang diangkat adalah seorang budak habasyi seakan-akan kepalanya adalah biji anggur.”
 (HR. Al-Bukhari693)

«أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا»

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, dan mendengar dan taat (kepada ulil amri), meskipun (yang menjadi ulil amri) adalah seorang budak habasyi.”
 (HR. Abu Dawud 4607, At-Tirmidzi 2676)

.
2.  Ketaatan Kepada ulil amri tersebut wajib, baik dalam perkara yang kita sukai ataupun dalam perkara yang kita benci, selama ulil amri tersebut masih muslim

«أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ، فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا، وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةً عَلَيْنَا، وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ، إِلَّا أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا، عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ»

“Kami berbaiat (kepada Rasulullah) untuk mendengar dan mentaati (ulil amri), baik dalam kondisi kami senang atau benci, baik dalam kondisi lapang maupun sulit, dan walaupun mereka menghalangi hak-hak kami.

 Dan kami berbaiat untuk tidak mencabut kepemimpinan tersebut dari orang yang memegangnya, kecuali jika kalian melihat (mendapati) kekufuran yang nyata (pada ulil amri tersebut) yang kalian memiliki bukti dari Allah tentang kekufurannya.”
(Al-Bukhari 7056, Muslim 1079)

Rebo Wekasan "arba' mustamir"

🌋 *REBO WEKASAN/ARBA' MUSTAMIR*

Istilah ini cukup dikenal terutama di masyarakat jawa. Hanya saja sekarang telah dipoles dengan dibahasa arabkan menjadi arba' mustamir. Apa yang terjadi dalam ritual2 dan keyaqinan ini berasal dari anggapan dan keyakinan keliru yang terjadi di bulan Shafar adalah adanya sebuah hari yang diistilahkan dengan Rebo Wekasan.

Dalam bahasa Jawa ‘Rebo’ artinya hari Rabu, dan ‘Wekasan’ artinya terakhir. Kemudian istilah ini dipakai untuk menamai hari Rabu terakhir pada bulan Shafar. Diperkirakan pada bulan Shafar tahun ini (1433 H) bertepatan dengan tanggal 18 Januari 2012. Di sebagian daerah, hari ini juga dikenal dengan hari Rabu Pungkasan.

MENDAKWAHKAN TAUHID

🌴 *MENDAKWAHKAN TAUHID*

Tidak diragukan lagi bahwa tauhid merupakan permasalahan yang paling penting dalam agama ini. Maka mendakwahkannya juga merupakan perkara yang penting yang tidak boleh disepelekan. Namun sangat disayangkan, banyak di antara para dai yang meremehkan dakwah tauhid, mereka justru disibukkan dengan permasalahan lainnya tanpa mempedulikan dakwah yang satu ini. Sementara orang yang berkonsentrasi mendakwahkan tauhid dianggap ketinggalan zaman dan memecah belah umat. Padahal inilah inti dakwah para rasul ‘alaihimus salam.

Bukti Benarnya Tauhid Seseorang

Setelah sesorang bertauhid dengan benar dan berusaha untuk menyempurnakan tauhidnya, kewajiban selanjutnya adalah berusaha untuk mendakwahkan tauhid. Karena keimanan seseorang tidak akan sempurna kecuali jika disertai ajakan dakwah kepada tauhid. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَالْعَصْرِ {1} إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ {2} إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ {3}

“Demi masa(1). Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian(2). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(3).” (QS. Al Ashri :1-3)